Wirausaha Kambing Sebagai Alternatif Pendapatan Bagi Guru Honorer Seperti Bapak Sugi Di Dusun Penaton

  • Puji Astuti Universitas Muhammadiyah Kendal Batang
  • Erna Setyowati Universitas Muhammadiyah Kendal Batang
Kata Kunci: Wirausaha Kambing, Guru Honorer, Pemberdayaan Ekonomi, Usaha Mikro, Inovasi Desa.

Abstrak

Keterbatasan finansial sering kali menjadi masalah utama bagi guru honorer di Indonesia, khususnya mereka yang bertugas di daerah pedesaan. Gaji yang rendah, pembayaran yang tidak stabil, dan kurangnya akses ke peluang kerja tambahan memaksa banyak guru untuk berinovasi dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Salah satu solusi yang bisa diambil adalah dengan memulai usaha mandiri, seperti yang dilakukan oleh Bapak Sugi, seorang guru honorer di Dusun Penaton. Dengan niat yang kuat, dukungan dari keluarga, dan pemanfaatan lahan kecil di sekitar rumah, beliau memulai usaha peternakan kambing sebagai sumber penghasilan alternatif. Penelitian ini adalah studi kasus kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan motivasi, strategi, tantangan, dan dampak sosial-ekonomi dari usaha peternakan kambing yang dikelola oleh Bapak Sugi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan sehari-hari di peternakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesuksesan usaha ini dipengaruhi oleh semangat kerja keras, manajemen waktu yang efisien antara tugas mengajar dan merawat hewan, serta kemampuan belajar mandiri melalui interaksi dengan komunitas dan sumber informasi online. Selain itu, dukungan dari keluarga dan lingkungan sosial sekitar sangat berperan dalam keberlanjutan usaha ini. Usaha ini tidak hanya memberikan tambahan pendapatan yang cukup berarti, tetapi juga memotivasi warga sekitar untuk menjalankan usaha serupa. Penelitian ini menawarkan kontribusi praktis dan akademis dalam bidang kewirausahaan berbasis masyarakat. Temuan ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk lebih berani memulai usaha, serta menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkembang. Penelitian ini juga merekomendasikan agar lembaga pendidikan dan pemerintah memberikan dukungan lebih untuk mendorong model usaha mikro yang berbasis pada potensi lokal seperti yang ditunjukkan oleh Bapak Sugi..

Referensi

Junaidi, F., & Malang, U. W. (2024). PENGEMBANGAN TEKNOLOGI FERMENTASI PAKAN BERBASIS HIJAUAN UNTUK PENINGKATAN KUALITAS NUTRISI PADA TERNAK KAMBING. September. https://doi.org/10.33830/saintek.v1i1.10047.2024
Marhamah, S. U., Akbarillah, T., Peternakan, J., Pertanian, F., Bengkulu, U., Supratman, J. W. R., & Limun, K. (2019). Kualitas Nutrisi Pakan Konsentrat Fermentasi Berbasis Bahan Limbah Ampas Tahu dan Ampas Kelapa dengan Komposisi yang Berbeda serta Tingkat Akseptabilitas pada Ternak Kambing Feed Nutrition Quality of Fermented Concentrate Based on Tofu and Coconut Dregs Waste Material with Different Compositions and Acceptability Levels on Goats Pakan merupakan aspek yang penting dalam peternakan karena 70 % dari total biaya produksi adalah untuk pakan . Pakan merupakan sumber energi utama untuk pertumbuhan , pembangkit tenaga , reproduksi dan produksi bagi ternak . Upaya untuk mencukupi kebutuhan gizi dan memacu pertumbuhan , dapat dilakukan dengan cara memberi pakan tambahan konsentrat ( Ensminger dan Parker , 1986 ). Penambahan konsentrat dalam ransum ternak merupakan suatu usaha untuk mencukupi kebutuhan zat- zat makanan , meningkatkan daya cerna bahan kering ransum sehingga akan meningkatkan produksi ternak ( Holcomb et Harga bahan konsentrat yang semakin mahal menjadikan pakan konsentrat menjadi kurang ekonomis , oleh karenanya harus ada alternatif bahan pakan lain sebagai bahan penyusun konsentrat . Ampas kelapa dan ampas tahu merupakan limbah industri yang sangat potensial untuk digunakan sebagai bahan pakan ternak karena memiliki kandungan protein yang cukup tinggi . Ampas tahu mengandung nutrisi yang baik oleh karena itu ampas tahu sangat bermanfaat bila dimanfaatkan untuk pakan ternak ( Anonim , 2012 ). Namun demikian , ketersediaan ampas tahu cukup terbatas dan cukup sulit didapatkan karena selain potensial untuk pakan ternak ampas tahu juga dimanfaatkan oleh manusia untuk pembuatan makanan olahan . Sementara itu , ampas kelapa ketersediannya masih banyak karena belum banyak dimanfaatkan , selain itu juga harga jual ampas kelapa masih sangat murah . Menurut Derrick ( 2005 ), protein kasar yang terkandung pada ampas kelapa mencapai 23 %. Kandungan serat ampas kelapa yang mudah dicerna sebagai sumber energi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak ( Anonim , 2003 ), namun ampas kelapa dalam bentuk segar mudah sekali tengik sehingga cenderung tidak disukai ternak . Ampas kelapa dan ampas tahu memiliki daya simpan yang cukup pendek sehingga perlu adanya pengolahan lanjutan untuk memperpanjang masa simpan bahan tersebut , salah satunya dengan melakukan proses fermentasi . Fermentasi dapat mengawetkan dan menyebabkan perubahan tekstur , cita rasa dan aroma bahan pakan yang membuat produk fermentasi lebih menarik , mudah dicerna , dan bergizi ( Karmas , 198…. 145–153.
Novi Barlian, A., Christiyanto, M., Pangestu, E., & Ustiawan Nuswatara, L. K. (2020). Potensi Fermentabilitas Ruminal Hijauan Pakan Kambing. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, 18(1), 37–42. https://doi.org/10.36762/jurnaljateng.v18i1.807
Diterbitkan
2025-05-31